MEMPERKUAT BRAND ENGAGEMENT PARIWISATA KABUPATEN BOGOR DI ERA INDUSTRI 4.0

Author : Miftah Steven

            Munculnya era revolusi 4.0 di era digital ditandai dengan kemudahan akses atau informasi melalui media digital. Era digital menjadi penyebab munculnya fenomena pada sektor pariwisata. Pendekatan revolusi 4.0 pertama kali disampaikan oleh Klaus schwab dalam tulisannya The Fourth Industrial revolution yang menjelaskan lahirnya revolusi industri yang di tandai dengan adanya perpaduan teknologi sebagai penyebab biasnya batas antara bidang,fisik,digital dan biologis ( Schwab dalam lee at ell 2018).

image source : kanaljabar.com

            Era Industri 4.0 menjadi salah satu penyebab banyaknya pergeseran dari situasi sosial masyarakat di berbagai sektor penting dunia termasuk sektor pariwisata sebagai salah satunya.di sektor pariwisata era IOT tersebut berdampak pada munculnya transformasi digital yang menjadi penyebab lahirnya pariwisata digital 4.0. Dalam era digital industri 4.0 penyebaran dan konsumsi informasi di media social terkait aktifitas pariwisata menjadi penting terhadap perkembangan pariwisata. Sehingga wisatawan yang datang berkunjung ke daerah tujuan wisata yang tidak lain adalah untuk mengabadikan moment “selfi”nya” dimana nantinya istilah taking a selfii telah menjadi bagian penting dalam berwisata ( Lo and Mc Kercher 2015 dalam magill 2017).

            Kabupaten bogor sebagai daerah yang memiliki banyak objek pariwisata haruslah memiliki strategi yang terfokus pada ekosistem digital. Ekosistem digital sangat penting untuk menjaga hubungan yang erat antara traveller dengan pemerintah kabupaten bogor dalam hal ini dinas pariwisata. 

  • Ekosistem Digital dan Pariwisata

            Ekosistem digital itu penting dalam era industri 4.0. Dengan membentuk ekosistem Digital yang rapih, Dunia pariwisata memiliki kemampuan untuk memenuhi apa yang paling diinginkan traveller. Sebab, seringkali yang terjadi adalah dinas pariwisata justru tidak bisa mengetahui sepenuhnya kebutuhan wisatawan. Karena itu, kini pemkab bogor haruslah mulai gencar untuk mengubah model dan metode campaign agar dunia pariwisata selalu terdepan dan Kab. Bogor mendapatkan keuntungan dari strategi ini. Namun bukan hanya pemkab Bogor saja, Masyarakat kabupaten bogor, juga akan menikmati hasilnya.         Ekosistem digital memiliki pengaruh global. Siapa saja yang melihat informasi mengenai wisata kabupaten bogor di media digital maka penilain atau input mengenai obyek wisata tersebut sangatlah mempengaruhi traveller yang ingin mengunjunginya. Sebut saja misalnya daerah puncak, Taman Safari. Saat ini taman safari haruslah membuat sebuah konten digital baik itu video atau konten gambar yang membuat setiap orang tertarik untuk datang lagi. Di dalam video tersebut, terdapat komentar/testimoni yang menilai wisata taman safari wajib untuk dikunjungi karena banyak hal baru yang belum banyak dinikmati wisatawan. Konsep testimoni inilah yang akhirnya bisa membentuk sebuah opini dari setiap netizen komunitas digital.

            Step berikutnya setelah membuat konten dan dinilai / ditestimoni oleh setiap orang, maka dinas pariwisata wajib membuat terobosan baru yang tujuannya, adanyax sebuah implementasi dari proses ini. Ketika Feedback setiap travellers/calon travellers ini di wujudkan dalam sebuah program, maka Dinas Pariwisata telah menjalankan brand engagement kepada setiap masyarakat pecinta wisata kab. Bogor. Kepuasan travellers merupakan dari masukan travellers itu sendiri, Namun setiap masukan tetap dibatasi dengan visi dan misi kabupaten Bogor itu sendiri.

  • Brand Engagement 

Brand engagement sangat pentinglah untuk menjaga brand/produk tetap terjaga. Seiring perkembangan zaman dunia pariwisata sangat tergantung dengan banyak faktor. Seperti menjaga potensi alam, kebijakan pemerintah dan juga tidak kalah pentingnya faktor strategi pemasaran. Menjaga potensi alam merupakan peran penting bagi semua lapisan masyarakat tak terkecuali, dengan tidak merusak dan menjaga agar apa yang terkandung di alam khususnya di sebuah objek wisata dapat selalu terjaga kealamiahannya. 

Faktor kebijakan pemerintah juga merupakan faktor penentu bagi keberlangsungan tata kelola wisata. Di kabupaten bogor, pemkab Bogor harus hadir dalam setiap masalah pariwisata. Seperti masalah sampah, masalah kerusakan alam baik kerusakan yang ditimbulkan dari tangan manusia maupun dari alam itu sendiri. Lalu yang tidak kalah penting menjaga pentingnya menjaga image dunia wisata di kabupaten bogor dari penilaian seluruh masyarakat yang concern terhadap dunia lingkungan, maupun pariwisata. Pemerintah daerah baik eksekutif dan legislatif bisa mengeluarkan tata aturan yang mendukung ini semua. Aturan dibentuk untuk keberlangsungan yang tata kelola wisata yang lebih baik.

Dan faktor yang tidak kalah penting lain ada “Brand engangement”. Pemkab dalam hal ini bekerja sama dengan semua pihak yang terkait, membuat kebijakan strategis untuk memasarkan dunia pariwisata di kabupaten bogor. Strategi yang saya maksud disini adalah, memasarkan dunia pariwisata bogor melalui digitalisasi. Seperti yang saya bahas di poin ekosistem digital, feedback yang positif dari ekosistem digital sangat penting untuk menjaga image dari pariwisata Kabupaten Bogor. Brand Engagement haruslah selalu di evaluasi. Seperti apakah penting membangun sebuah Lembaga khusus untuk memasarkan setiap objek pariwisata di kabupaten bogor melalui digitalisasi. Baik itu badan, atau selevel dibawah dinas pariwisata. Hal ini penting menjaga concern dari pemkab agar masalah ini dapat ditangani secara khusus.

Brand bisa dibentuk dengan konsep startup, dengan membuat konsep lean startup, membuat golden circle seperti why, what dan who dari brand tersebut. Sehingga untuk menghadirkan engaged dari setiap masyarakat kita hanya mengikuti konsep yang dibentuk tersebut. Brand engagement harus memiliki validasi juga yang bersifat kontinu. Setiap hari dievaluasi dari masukan-masukan masyarakat khususnya travellers terkait pariwisata kabupaten bogor. 

  • Kesimpulan

            Tantangan kedepan menjaga industri pariwisata kabupaten bogor adalah, bagaimana menjaga image dunia wisata tidak hanya di daerah kabupaten bogor saja. Atau bahkan lokal saja, namun menjaga pandangan yang positif dunia internasional terhadap kabupaten bogor. Karena apabila wisatawan lokal sudah mengenal kabupaten bogor, wisatawan asing juga sangat membantu memberi pemasukan bagi kabupaten bogor. Menjaga image ini berkaitan erat dengan brand engagement. Setiap peran masyarakat tidak terkecuali menjaga image industri pariwisata kabupaten bogor sangatlah diharuskan.

            Selain masalah menjaga image pariwisata, tidak kalah penting untuk berfokus pada teknologinya. Bisa membangun suatu aplikasi berbasis web atau aplikasi khusus. Tantangan pada masalah teknologi adalah mengenai infrastruktur jaringan internet yang haruslah lebih baik disetiap pelosok kabupaten bogor.            Industri 4.0 selalu identik dengan digitalisasi, data mining dan otomatisasi. Dunia pariwisata kabupaten bogor haruslah concern terhadap hal ini. Jika hanya menggunakan cara-cara tradisional, maka tidak menutup kemungkinan potensi wisata di kabupaten bogor akan dilupakan dan terasingkan di daerahnya sendiri dan juga di dunia secara global

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Our Facebook Page

Advertisement